Showing posts with label Rifan Finaincindo. Show all posts
Showing posts with label Rifan Finaincindo. Show all posts

Thursday, November 7, 2019

Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, 7 November 2019, Stagnan | PT Rifan Financindo

Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, 7 November 2019, Stagnan
PT Rifan Finaincidno  -   Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) hari ini, Kamis(7/11/2019), tidak mengalami perubahan dari posisi pada Rabu (6/11/2019).
Berdasarkan informasi Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas Antam hari ini berada di level Rp750.000 per gram. Posisi ini stagnan setelah sebelumnya merosot hingga Rp8.000 per gram ke posisi Rp750.000 per gram pada Rabu (6/11).
Emas Antam tercatat terus melemah sejak awal pekan ini. Pada Senin (4/11), emas Antam turun tipis sebesar Rp1.000 per gram ke posisi Rp763.000 per gram. Pelemahan terus berlanjut hingga Selasa (5/11), yakni turun hingga Rp5.000 per gram ke level Rp758.000 per gram.
Adapun untuk emas batangan Antam ukuran 0,5 gram hari ini ditetapkan seharga Rp399.500. Harga emas Antam tersebut berlaku di Butik Emas LM Antam Pulo Gadung, Jakarta.
Sementara itu, harga jual kembali (buyback) emas Antam hari ini juga tidak bergerak dari posisi kemarin, Rabu (6/11). Harga buyback ditetapkan senilai Rp669.500 per gram.
Harga buyback ini belum mempertimbangkan pajak jika nominalnya lebih dari Rp10 juta. Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% (untuk pemegang NPWP dan 3 % untuk non NPWP). PPh 22 atas transaksi buy back dipotong langsung dari total nilai buy back.
Berikut harga emas batangan Antam hari ini, 7 November 2019:
Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, 7 November 2019
UkuranHarga
0,5 gramRp 399.500
1 gramRp 750.000
2 gramRp 1.449.000
3 gramRp 2.152.000
5 gramRp 3.570.000
10 gramRp 7.075.000
25 gramRp 17.580.000
50 gramRp 35.085.000
100 gramRp 70.100.000
250 gramRp 175.000.000
500 gramRp 349.800.000
1000 gramRp 701.600.000
Sumber: Logammulia.com

Tuesday, November 5, 2019

Dolar AS Rebound, Rupiah Tergelincir di Pasar Spot | PT Rifan Financindo

Dolar AS Rebound, Rupiah Tergelincir di Pasar Spot
PT Rifan Finaincindo  - Nilai tukar rupiah tergelincir dari penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan melemah pada perdagangan pagi ini, Selasa (5/11/2019).
Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka terdepresiasi 11 poin atau 0,08 persen di level Rp14.025 per dolar AS.
Pelemahannya kemudian terpantau bertambah menjadi 13 poin atau 0,09 persen ke level Rp14.027 pada pukul 08.09 WIB dari level penutupan sebelumnya.
Pada perdagangan Senin (4/11/2019), rupiah mampu berakhir menguat 25 poin atau 0,18 persen di level Rp14.014 per dolar AS, apresiasi hari kedua berturut-turut, saat indeks dolar AS masih tampak rawan terkoreksi.
Namun indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, justru mampu rebound dari pelemahannya dan ditutup menanjak 0,27 persen atau 0,266 poin di level 97,505 pada Senin, kenaikan pertama dalam enam hari perdagangan beruntun.
Pergerakan indeks kemudian lanjut naik 0,05 persen atau 0,045 poin ke level 97,550 pagi ini, Selasa (5/11) pukul 08.00 WIB, setelah dibuka di posisi 97,544.
Dilansir dari Reuters, penguatan dolar AS didukung oleh meningkatnya optimisme bahwa pemerintah AS dan China berada di ambang mencapai kesepakatan awal untuk meredakan perang perdagangan antara kedua negara.
Dalam beberapa hari terakhir, baik pihak AS maupun China telah memberikan tanda-tanda kemajuan yang menggembirakan terkait pembicaraan perdagangan kedua belah pihak.
Pada Senin (4/11), Financial Times melaporkan bahwa pemerintah AS tengah mempertimbangkan untuk mencabut sebagian tarif untuk barang-barang asal China.
Bloomberg juga melaporkan bahwa China sedang meninjau lokasi di Amerika Serikat untuk dapat menandatangani kesepakatan perdagangan "Fase 1" dengan Presiden AS Donald Trump.
Sumber: News.detik
PT Rifan Finaincindo

Wednesday, October 9, 2019

Negosiasi Perang Dagang Terancam Buntu, Harga Emas Naik 1 Persen | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo  -   Harga emas naik 1 persen pada hari Selasa. Harga ini berbalik arah dari level terendah satu minggu yang disentuh di awal sesi.

kenaikan harga emas ini karena ketidakpastian atas pembicaraan perdagangan AS dan Brexit mendorong penurunan di pasar saham dan mendorong investor untuk mencari perlindungan di logam safe-haven.

Dikutip dari laman CNBC, Rabu (9/10/2019), harga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi USD 1,503.43 per ounce setelah sempat bergerak naik sebanyak 1 menjadi USD 1,508,31 di awal sesi. Emas berjangka AS naik 0,3 persen menjadi USD 1,509 per ons.

Wall Street jatuh, menambah penurunan pada saham global. Ini sebagai imbas sentimen memburuk menjelang pembicaraan perdagangan tingkat tinggi setelah sebuah laporan bahwa Washington bergerak maju dengan upaya untuk membatasi aliran modal ke China dan dimasukkannya lebih banyak perusahaan China dalam daftar hitam.

"Ada kemungkinan pembicaraan perdagangan AS-China akan mandek berdasarkan ini. Itulah alasan mengapa ada perpindahan kecil ke produk-produk safe-haven," kata Phillip Streible, ahli strategi komoditas senior di RJO Futures.

″(Namun) Harga emas terikat pada kisaran saat ini. Ada USD 1.465 untuk sisi negatifnya dan USD 1.566 pada sisi baiknya, kami hanya terjebak dalam kisaran ini," tambahnya.

Di Eropa, prospek Brexit yang teratur tampak suram ketika sumber Inggris mengatakan bahwa Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kepada Perdana Menteri Boris Johnson melalui telepon bahwa kesepakatan itu "sangat tidak mungkin".

Perundingan Dagang AS dan China

Wakil Perdana Menteri China Liu He dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer akan memulai kembali perundingan perdagangan tingkat tinggi pada hari Kamis, menjelang kenaikan tarif AS yang dijadwalkan atas barang-barang Tiongkok senilai USD 250 miliar pada tanggal 15 Oktober.

"Ini (emas) mendapat sedikit eksposur downside karena ada banyak orang menilai kembali apa yang terjadi karena mereka terlalu bearish pada prospek ekonomi dan kondisi saat ini, dan mereka mundur dari itu," kata Jeffrey Christian, mitra pengelola Grup CPM.

Sementara emas bisa melihat sedikit penurunan dalam waktu dekat, emas mungkin akan naik lebih tinggi karena ketidakpastian geopolitik global, tambah Christian.

Investor juga menunggu risalah Komite Pasar Terbuka AS A.S. dari pertemuan September pada hari Rabu untuk petunjuk apakah bank sentral akan menurunkan suku bunga pada sesi Oktober
Sumber: Lipuitan6
PT Rifan Financindo

Thursday, June 20, 2019

Perang Dagang Buat Harga Barang-barang di AS Melambung | PT Rifan Finaincindo

Foto: Nadia Permatasari/Infografis

PT Rifan Finaincindo -  Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China memberi dampak ke perekonomian AS sendiri. Bank investasi global Goldman Sachs menyatakan, tarif yang diterapkan Presiden AS Donald Trump terhadap barang-barang China berdampak pada bisnis dan rumah tangga AS, dengan dampak yang lebih besar ke harga konsumen dari perkiraan sebelumnya.

Mengutip CNBC, Senin (17/6/2019), Goldman menyatakan, harga konsumen sebagian lebih tinggi karena eksportir dari China belum menurunkan harga mereka untuk bersaing di AS. 

"Orang mungkin berharap bahwa eksportir Tiongkok dari barang-barang yang terkena dampak tarif harus menurunkan harga mereka agar bersaing di pasar AS," terang Goldman dalam pernyataannya.

"Namun, analisis pada tingkat item yang sangat rinci dalam dua studi baru menunjukkan tidak ada penurunan harga (tidak termasuk tarif) barang impor dari China yang menghadapi tarif," sambungnya.

Di sisi lain, produsen AS telah secara oportunis menaikkan harga dalam menanggapi persaingan dagang tersebut.

Goldman juga menyatakan, risiko final tarif sebesar US$ 300 miliar dari China kini telah meningkat 30%.

Dalam laporan tersebut, tensi lebih lanjut dari perang dagang dapat memberikan pukulan 0,4% ke produk domestik bruto (PDB). Jika terus berlanjut, akan memicu aksi jual di pasar ekuitas dan dampaknya ke pertumbuhan ekonomi lebih buruk.

"Harapan awal kami adalah bahwa AS dan China akan mencapai kesepakatan akhir tahun ini. Kami pikir ini akan datang dalam bentuk penurunan bertahap," ujarnya.



Sumber: Finance.detik
PT Rifan Finaincindo