Showing posts with label Dolar AS. Show all posts
Showing posts with label Dolar AS. Show all posts

Tuesday, November 5, 2019

Dolar AS Rebound, Rupiah Tergelincir di Pasar Spot | PT Rifan Financindo

Dolar AS Rebound, Rupiah Tergelincir di Pasar Spot
PT Rifan Finaincindo  - Nilai tukar rupiah tergelincir dari penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan melemah pada perdagangan pagi ini, Selasa (5/11/2019).
Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka terdepresiasi 11 poin atau 0,08 persen di level Rp14.025 per dolar AS.
Pelemahannya kemudian terpantau bertambah menjadi 13 poin atau 0,09 persen ke level Rp14.027 pada pukul 08.09 WIB dari level penutupan sebelumnya.
Pada perdagangan Senin (4/11/2019), rupiah mampu berakhir menguat 25 poin atau 0,18 persen di level Rp14.014 per dolar AS, apresiasi hari kedua berturut-turut, saat indeks dolar AS masih tampak rawan terkoreksi.
Namun indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, justru mampu rebound dari pelemahannya dan ditutup menanjak 0,27 persen atau 0,266 poin di level 97,505 pada Senin, kenaikan pertama dalam enam hari perdagangan beruntun.
Pergerakan indeks kemudian lanjut naik 0,05 persen atau 0,045 poin ke level 97,550 pagi ini, Selasa (5/11) pukul 08.00 WIB, setelah dibuka di posisi 97,544.
Dilansir dari Reuters, penguatan dolar AS didukung oleh meningkatnya optimisme bahwa pemerintah AS dan China berada di ambang mencapai kesepakatan awal untuk meredakan perang perdagangan antara kedua negara.
Dalam beberapa hari terakhir, baik pihak AS maupun China telah memberikan tanda-tanda kemajuan yang menggembirakan terkait pembicaraan perdagangan kedua belah pihak.
Pada Senin (4/11), Financial Times melaporkan bahwa pemerintah AS tengah mempertimbangkan untuk mencabut sebagian tarif untuk barang-barang asal China.
Bloomberg juga melaporkan bahwa China sedang meninjau lokasi di Amerika Serikat untuk dapat menandatangani kesepakatan perdagangan "Fase 1" dengan Presiden AS Donald Trump.
Sumber: News.detik
PT Rifan Finaincindo

Monday, September 16, 2019

Rupiah Masih Betah di Zona Hijau | PT Rifan Financindo

Rupiah Masih Betah di Zona Hijau

PT Rifan Financindo  -  Rupiah lanjutkan penguatan masih bergerak di bawah level psikologis Rp14.000 per dolar AS di tengah pulihnya sentimen risiko karena AS dan China menunjukkan upaya untuk menyelesaikan sengketa perdagangannya.
Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Jumat (13/9/2019), rupiah menguat 0,193% atau 28 poin menjadi Rp13.967 per dolar AS. Pada pembukaan perdagangan, rupiah berhasil menyentuh level Rp13.930 per dolar AS, terendah sejak Juli 2019.
Adapun, sepanjang pekan rupiah berhasil menguat 0,95% menjadi yang terkuat ketiga di antara mata uang asia lainnya, di bawah won dan dolar Taiwan.
Sementara itu, sepanjang tahun berjalan rupiah berhasil menguat 3,02% sehingga menjadi kinerja mata uang terbaik kedua di antara mata uang asia lainnya, kalah dengan baht yang menguat 6,2%.
Analis PT Monex Investindo Futures Andian mengatakan bahwa penguatan rupiah didukung oleh minat pelaku pasar global yang meningkat terhadap aset-aset berisiko, termasuk rupiah.
Meredanya ketegangan tensi dagang AS dan China membukakan pintu bagi investor untuk kembali mengumpulkan aset investasi berisiko. AS dan China melonggarkan masing-masing kebijakan tarif impornya untuk menjamin terjadinya negosiasi dagang yang akan berlangsung pada awal Oktober.
Pemerintah AS sepakat untuk menunda pengenaan tarif sebesar 5% pada impor China selama dua minggu, sedangkan China mengizinkan perusahaannya untuk melanjutkan pembelian produk pertanian AS.
Lalu, pada Kamis (12/9), China telah melakukan pembelian kedelai AS untuk pertama kalinya setelah kedua negara tersebut kembali saling perang tarif pada bulan lalu.
Dewan Ekspor Kedelai AS memperkirakan perusahaan asal china setidaknya membeli sekitar 15 kargo dengan total lebih dari 600.000 ton kedelai AS, merupakan pembelian dengan jumlah yang paling signifikan setidaknya sejak Juni 2019.
Berpotensi Sentuh Rp13.500
Harga minyak dunia yang kembali terkoreksi juga menjadi katalis positif bagi rupiah karena lemahnya harga minyak berpotensi untuk membantu neraca perdagangan akibat Indonesia merupakan negara net importir minyak.
“Selain itu, proyeksi surplusnya neraca perdagangan dalam negeri yang akan dirilis pekan depan juga telah membantu rupiah untuk bergerak menguat, mengingat pada bulan lalu Indonesia juga berhasil surplus dan lebih baik dibandingkan AS,” ujar Andian kepada Bisnis, Jumat (11/9/2019).
Kemudian, European Central Bank atau ECB yang menggelontorkan stimulus dan memangkas suku bunga acuannya sebesar 10 basis poin menjadi -0,5% menambahkan kekuatan nilai tukar lain melawan dolar AS.
Andian mengatakan, sesungguhnya pemangkasan suku bunga acuan oleh ECB melemahkan euro dan memberikan kekuatan pada dolar AS, tetapi agenda dibalik pemangkasan tersebut merupakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi zona Eropa sehingga mendorong euro untuk menguat dan melemahkan dolar AS.
Tercatat, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang mayor bergerak melemah 0,28% menjadi 98,034.
Andian memprediksi pada pekan depan rupiah masih akan cenderung menguat di level Rp13.900 per dolar AS hingga Rp14.250 per dolar AS.
Ahli Strategi Valuta ASing Credit Agricole CIB Hongkong David Forrester mengatakan bahwa optimisme perang dagang terus membuat rupiah untuk bergerak menguat.
“Rupiah dapat jatuh ke arah dukungan teknis Rp13.900 per dolar AS dan penembusan level tersebut akan membuka penurunan signifikan pada Rp13.500 per dolar AS meskipun pasar cenderung akan berhati-hati menjelang pertemuan Fed minggu depan,” ujar David seperti dikutip Bloomberg, Jumat (13/9/2019).


Sumber: Market.bisnis
PT Rifan Financindo

Thursday, July 25, 2019

Dolar AS Masih Betah di Bawah Level Rp 14.000 | PT Rifan Financindo

Foto: Selfie Miftahul/detikFinance

PT Rifan Financindo  -   Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 13.975. Angka ini lebih rendah dibanding posisi pada penutupan perdagangan Rabu (24/7) kemarin yang ada di level Rp 13.980.

Mengutip data perdagangan Reuters, Kamis (25/7/2019), nilai tukar dolar AS hingga pukul 09.45 WIB tercatat bergerak di rentang Rp 13.975 hingga Rp 13.990. Pergerakan dolar AS terpantau masih stabil di bawah level Rp 14.000.

Ditarik dalam lima hari terakhir, pergerakan dolar AS rata-rata stabil di level Rp 14.000. Mata uang Paman Sam sempat mencuat ke level Rp 14.020 pada Rabu (24/7) kemarin, namun kembali turun di hari yang sama ke level Rp 13.980.

Pergerakan dolar AS di bawah level Rp 14.000 bahkan tercatat sudah berlangsung selama 10 hari terakhir atau sejak tanggal 15 Juli 2019.

Dari data RTI, dolar AS hari ini tercatat melemah 13 poin (0,09%) terhadap rupiah. Mata uang Paman Sam tercatat melemah di antaranya terhadap peso Flipina, dolar Kanada, yen Jepang, dan dolar Australia.

Sementara rupiah pagi ini terpantau hijau terhadap seluruh mata uang negara utama dunia. Won Korsel, baht Thailand, dan ringgit Malaysia menjadi mata uang yang paling kuat ditekan pagi ini.


Simak Video "Pilpres Takkan Pengaruhi Nilai Tukar Rupiah di Semester I 2019"


(eds/eds)



Sumber: finance.detik
PT Rifan Financindo